Yamaha NMax

Batik Baduy Diminati Pengunjung BBO

  Jumat, 05 Juli 2019   Adi Ginanjar Maulana
Elas, seorang perajin kain tenun Badui memproduksi kerajinan pada pameran "Badminton Baduy Open" atau BBO di Rangkasbitung

LEBAK, AYOBANTEN.COM--Produk kain tenun kerajinan masyarakat Baduy diminati pengunjung pameran "Badminton Baduy Open" atau "BBO" yang dipusatkan sekitar Alun-alun Multatuli Rangkasbitung.

"Kita merasa kewalahan melayani pengunjung yang membeli kain tenun itu," kata Elas,seorang perajin tenun Badui saat ditemui digerainya di Rangkasbitung,Kamis.

Kebanyakan pembeli kain tenun itu untuk dijadikan kenang-kenangan, karena memiliki nilai seni tradisional dan warnanya berbeda dengan tenun lain di tanah air.

Mereka pengunjung itu membeli kain tenun Baduy antara dua sampai tujuh kain untuk dibawa ke luar daerah.

Sebab, mereka pengunjung pameran BBO dari luar daerah, seperti Tangerang, Bogor, Jakarta, Bandung hingga Jawa Tengah.

"Kita sudah tiga hari terakhir ini omzet penjualan relatif baik hingga mencapai Rp15 juta," kata Elas.

Menurut dia, para pengunjung pameran BBO itu memadati gerai Badui karena menampilkan berbagai ragam dan corak warna kain tenun tersebut.

Bahkan, perajin tenun Badui secara langsung memproduksi kain yang dikerjakan tradisional. Karena itu, banyak pengunjung memesan kain tenun sesuai dengan permintaan.

"Kami melayani pengunjung sesuai dengan keinginan baik coreak maupun warna," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, dirinya sebagai perajin tenun dapat mengerjakan langsung dengan menggunakan peralatan secara manual.

Biasanya, lanjut dia, untuk mengerjakan kain dengan ukuran 3x2 meter persegi bisa dikerjakan selama sepekan.

Kain tenun Baduy itu bahan bakunya benang yang didatangkan dari Majalaya Bandung, Jawa Barat.

"Kami minta pengunjung yang memesan kain itu bisa diselesaikan dua hari," ujarnya.

Salah seorang perajin warga Baduy Luar, Amir, mengaku selama ini permintaan kain Baduy pada pameran BBO meningkat. Banyak pengunjung lokal maupun luar daerah membeli kain tenun Badui itu.

Harga kain tenun Baduy tergantung kualitas mulai Rp 70.000 sampai Rp 350.000.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang mempromosikan kain tenun Badui melalui pameran itu," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan diversifikasi produk kerajinan tenun Baduy.

Saat ini, tercatat 50 perajin tenun dan batik Baduy terus dikembangkan karena dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar