Yamaha Aerox

BLT Gelombang 1 Sudah Capai 97,37%

  Rabu, 14 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
lustrasi

JAKARTA--Penyaluran bantuan subsidi gaji/upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) gelombang I sudah mencapai 97,37%.

Selanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan kembali menyalurkan BLT gelombang 2 pada akhir Oktober 2020.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah telah disalurkan kepada 11.950.300 pekerja atau setara 97,37% dari total penerima gelombang 1 tahap 1 sampai 5.

"Hingga tanggal 12 Oktober 2020, subsidi gaji/upah telah tersalurkan kepada 11,9 juta pekerja. Kita terus mendorong agar pihak perbankan dapat mempercepat proses penyalurannya," katanya, Selasa (13/10/2020)

Untuk BLT tahap 5, Kemnaker menerima 578.230 data calon penerima dari BPJS Ketenagakerjaan pada 29 September 2020. Namun pada 30 September 2020 yang merupakan tenggat akhir pengumpulan data calon penerima BLT tahap 5, pihaknya kembali menerima tambahan data sebanyak 40.358.

Dikarenakan jumlahnya yang tidak begitu signifikan, untuk memudahkan pelaporan ke publik, tambahan data tersebut merupakan bagian dari BLT tahap 5. Sehingga secara total pada BLT tahap 4 terdapat 618.588 data calon penerima subsidi gaji/upah.

"Bantuan pemerintah ini merupakan salah satu program pemulihan ekonomi nasional. Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Berdasarkan data Kemnaker per tanggal 12 Oktober 2020, BLT tahap 1 telah tersalurkan kepada 2.485.687 penerima (99,43%); tahap 2 sebanyak 2.981.533 penerima (99,38%); tahap 3 sebanyak 3.476.361 penerima (99,32%); tahap 3 sebanyak 2.579.703 penerima (97,20%); dan tahap 5 sebanyak 427.016 penerima (69,03%).

Termin 2 Disalurkan Akhir Oktober

Subsidi gaji/upah disalurkan melalui 2 gelombang atau termin pembayaran. Setelah pembayaran termin I selesai disalurkan untuk 5 tahap, Kemnaker akan melakukan evaluasi sebelum pembayaran termin II mulai disalurkan.

"Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya akan dimulai awal November nanti," jelasnya.

Dengan anggaran mencapai Rp37,7 triliun, program bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan (per 30 Juni 2020). Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12.272.731 pekerja/buruh.

"Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik , baik di lingkup Kemendikbud maupun Kemenag," katanya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar