Yamaha NMax

Dukung Pariwisata Domestik, Garuda Indonesia Serius Adaptasi Protokol Kesehatan Covid-19

  Senin, 16 November 2020   Adi Ginanjar Maulana
Pesawat Garuda Indonesia

JAKARTA. AYOBANTEN.COM--“Maaf, pak, tolong ya maskernya dipakai dengan benar. Jangan diturunkan ke dagu," ucap salah satu petugas di Terminal 3 Soekarno Hatta (Soetta) ketika menegur seorang penumpang.

Beginilah suasana pelayanan penerbangan di tengah pandemi Covid-19. Memasuki area remote 13 atau konter maskapai Garuda Indonesia, tampak penjagaan cukup ketat mulai nampak terlihat di sana, apalagi terkait protokol kesehatan Covid-19 kepada penumpang. Maskapai ini terlihat sangat serius dalam beradaptasi di tengah pandemi.

Ayojakarta pada Jumat, 13 November 2020 berkesempatan terbang bersama maskapai bewarna ciri khas hijau toska ini. Perjalanan dimulai dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan menggunakan Kereta Api (KA) Bandara Railink tujuan Bandara Soetta, di Tangerang, Banten. Tiba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, Ayojakarta (Grup AyoBanten) melanjutkan perjalanan menuju bandara dengan menggunakan layanan shuttle bus gratis dengan titik pick up dan drop off point di Terminal 3 Gate 3 Keberangkatan.

Awal memasuki area konter maskapai Garuda Indonesia, memulai serangkaian proses pengecekan surat hasil rapid test penumpang. Tak hanya itu, di sekitar area konter juga banyak disediakan hand sanitizer, wastafel untuk cuci tangan dan pembatasan tempat duduk diterapkan di sana.

Memasuki bagian inti, mulai masuk kabin pesawat Garuda Indonesia tipe Airbus A330 dengan nomor penerbangan GA0423 tujuan Denpasar, Bali. Disambut ramah dengan pramugari dan pramugara yang bertugas. Dari pengamatan, tampak protokol kesehatan Covid-19 dalam hal menjaga jarak diterapkan di sana.

Contohnya, para awak kabin Garuda mengenakan alat pelindung diri (APD). Mulai dari masker, hingga sarung tangan bening, peralatan tersebut digunakan saat membereskan barang bawaan penumpang dan menutup bagasi barang di dalam kabin pesawat.

"Perlengkapan APD yang dikenakan para awak kabin untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan penumpang," ujar Marketing Communication Garuda Indonesia, Teguh Iman Budiyatno saat ditemui, Jumat (13/11/2020).

Selain persiapan APD yang dikenakan para awak kabin, maskapai Garuda Indonesia juga dilengkapi Hepa Filter yang berfungsi untuk menyaring partikel kecil virus dan bakteri, bahkan yang terkecil antara 0,1 hingga 0,3 mikrofon dengan efisiensi hingga 99,995%.

"Hal ini, agar udara di dalam kabin selalu mengalir ke luar dan ke dalam saat terbang, karena udara terus diperbaharui setiap 2 hingga 3 menit dengan sistem tersebut," kata Teguh.

Di sana memperhatikan para awak kabin Garuda Indonesia membatasi kapasitas penumpang pesawat sebanyak 50% sampai dengan 70% selama pandemi Covid-19, sehingga terlihat jarak antar penumpang di bagian kiri, tengah, dan kanan sengaja dikosongkan satu kursi dan hal ini nampak lebih leluasa saat duduk.

"Lalu, Inflight Meal kami di masa pandemi ini yang saat ini sudah all-wrapped, terbungkus rapih sebelum sampai ke penumpang," ucapnya.

Pengumuman di dalam kabin pun kali ini terdengar berbeda, tak hanya seputar penggunaan sabuk pengaman dan tata cara safety saat naik pesawat. Pengumuman di dalam pesawat kali ini diselipkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Nah, bagi masyarakat yang ingin terbang ke wilayah lain di Indonesia, Maskapai Garuda Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI memberikan pesan agar tetap wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Hal ini guna menghindari penyebaran Covid-19 kian meluas, khususnya ketika sedang melakukan perjalanan dengan tujuan ke tempat umum atau publik.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar