Yamaha NMax

BLT GURU HONORER KEMDIKBUD: Target Cair ke 2,4 Juta Orang, Pahami 4 Alur Pencairan Ini!

  Kamis, 19 November 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi BLT

JAKARTA, AYOBANTEN.COM– Program bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) guru honorer dan tenaga kependidikan (GTK) non-PNS ditargetkan pemerintah bakal tersalurkan ke 2,4 juta orang.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani merinci 2,4 juta guru honorer dan tenaga kependidikan non-PNS itu terdiri dari 1,6 juta di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan 0,8 juta di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Maka kami lihat untuk guru-guru honorer atau tenaga pendidikan yang bukan guru seperti pustakawan dan lain-lain mereka juga pendapatannya juga mungkin banyak yang tadi 1,6 juta di bawah Rp5 juta atau sampai dengan Rp5 juta,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual di YouTube Kemendikbud, Selasa (17/11/2020).    

Salah satu syarat penerima, yakni guru honorer atau tenaga pendidik masuk ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikelola sekolah masing-masing. Guru honorer dapat login dengan memasukkan email yang telah diverifikasi atau melakukan pengaturan ulang melalui Dapodik sekolah masing-masing bila terjadi kesalahan data.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjelaskan, BLT atau BSU guru honorer diberikan bertahap sampai dengan akhir November 2020 dengan total anggaran Rp3,66 triliun.

“Kemendikbud selalu mengutamakan kesederhanaan kriteria dalam menyelenggarakan bantuan. Sehingga memudahkan para calon penerima untuk mendapatkan bantuan," ujar Nadiem.

Dalam mendata para pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS yang dinilai paling terdampak pandemi untuk menerima bantuan, Kemendikbud didukung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Komite Penanganan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

“BSU untuk membantu para ujung tombak pendidikan yang telah berjasa. Membantu pendidikan anak-anak kita," kata Nadiem.

Berikut alur pencairan BLT atau BSU guru honorer Kemendikbud:

1. Kemendikbud membuatkan rekening baru untuk setiap pendidik dan tenaga kependidikan penerima BLT atau BSU guru honorer. Bantuan diberikan secara bertahap sampai akhir November 2020.

Sehingga guru, dosen, tenaga kependidikan honorer tidak usah khawatir dan terburu-buru tidak kebagian.

2. Pendidik dan tenaga kependdikan mengakses info GTK di situs info.gtk.kemdikbud.go.id untuk guru dan situs pddikti.kemdikbud.go.id untuk dosen.

Tujuan membuka situs untuk menemukan informasi terkait status pencairan bantuan, rekening bank masing-masing, dan lokasi cabang bank.

3. PTK menyiapkan dokumen persyaratan BSU

Syarat-syaratnya berupa KTP, NPWP jika punya, Surat Keputusan penerima BLT atau BSU guru honorer yang dapat didownload dari info GTK atau PDDikti, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dapat diunduh dari info GTK dan PDDikti, diberi materai, dan ditandatangani oleh sang penerima.

4. Kemudian pendidik dan tenaga kependidikan mendatangi bank penyalur untuk melakukan aktivasi rekening dan menerima BLT atau BSU guru honorer.

Saat datang ke bank, pendidik dan tenaga kependidikan membawa dokumen yang dipersyaratkan. Lalu menunjukkannya ke petugas bank penyalur untuk diperiksa. Para penerima diberi waktu untuk mengaktifkan rekening hingga tanggal 30 Juni 2021.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar