TANGERANG, AYOBANTEN.COM--Hari pencoblosan Pilkada Serentak 2020 semakin dekat. Bagi warga Indonesia yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap di 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota akan mengikuti pencoblosan pada 9 Desember mendatang.
Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salah satu daerah yang akan melakukan Pilkada Serentak 2020. Tahun ini, pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tangsel diikuti oleh tiga pasangan calon. Pasangan nomor urut 1 Muhammad-Sara, nomor urut 2 Azizah-Ruhamaben, dan pasangan nomor urut 3 Benyamin-Pilar.
Tadi malam (3/12/2020), KPU Kota Tangsel baru saja menggelar debat putaran kedua bagi ketiga pasangan calon (paslon). Dalam debat tersebut, calon wakil wali kota nomor urut 1, Rahayu Saraswati atau akrab disapa Sara, membeberkan alasannya kenapa dirinya ingin ‘turun gunung’.
Sebagaimana diketahui, Sara merupakan anggota DPR RI di periode 2014-2019. Dia ditempatkan di Komisi 8 yang membawahi bidang agama dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Sara mengatakan, dia bersedia maju pada Pilkada 2020 sejak melihat pengorbanan calon pasangannya, Muhamad. Pengorbanan tersebut, ungkap Sara, karena melihat Muhamad keluar dari zona nyamannya.
“Alasan kenapa saya bersedia untuk turun dari pusat, dari nasional, untuk berjuang bersama dengan beliau karena beliau mau keluar dari zona nyaman,” ujar Sara dalam debatnya semalam yang disiarkan melalui YouTube KPU Kota Tangerang Selatan, Kamis (3/12/2020).
Muhammad memutuskan maju di Pilkada 2020 yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel. Dia ingin untuk memperbaiki tatanan pemerintahan Tangsel yang menurutnya penuh dengan kekurangan dan pelanggaran, seperti ketimpangan pembangunan dan korupsi.
Sebagai informasi, pasangan calon nomor urut 1 diusung oleh Partai Gerindra, PDIP, PSI, PAN, dan Hanura. Nomor urut 2 diusung oleh Partai Demokrat, PKS, dan PKB. Nomor urut 3 diusung oleh Partai Golkar.